Last Updates :



Tahun ini Tim Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) ditargetkan 2 bulan minimal satu kali Operasi Tangkap Tangan (OTT). Dari pokja intelijen telah mengidentifikasi sasaran sebanyak 5 target operasi. Salah satunya, Satgas mengungkap dugaan pungli dalam pembuatan surat tanah berupa surat penyataan kepemilikan hak atas tanah (SPKHAT) di Desa Rempanga, Kecamatan Loa Kulu, Kukar, Rabu (11/4/2015) silam di Ruang Pemerintahan Kantor Desa. Tim Saber Pungli mengamankan sejumlah barang bukti, seperti sebuah kwitansi tanggal 10 April 2018 untuk pembayaran pendaftaran program pembuatan sertifikat Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTSL) dan biaya pengukuran tanah di Jl Gunung Petung RT 03 sebesar Rp 250 ribu, sebuah kwitansi tanggal 10 April 2018 untuk pembayaran pembuatan surat tanah dan biaya pengukuran lapangan tanah di Jl Gunung Petung RT 03 sebesar Rp 800 ribu, serta uang tunai sebesar Rp 1.050.000. "Saat ini kasus tersebut dalam proses penyidikan Satreskrim Polres Kukar," kata Kompol Andre Anas, Ketua Tim Satgas Saber Pungli Kukar dalam Rapat Koordinasi Tim Saber Pungli Kukar di Hotel Grand Fatma, Rabu (25/4/2018). Persoalannya, menurutnya, bukan melakukan penangkapan sebanyak-banyaknya untuk mencapai target. "Tapi bagaimana kita bisa mengurangi praktik pungli di daerah kita," tuturnya. Ia tak memungkiri masyarakat sendiri ikut mendukung tumbuhnya praktik pungli. Mereka kerap memberikan uang agar segala urusan birokrasi cepat selesai. tribunnews.com