kukar





  Last Updates :

MANFAAT PEKARANGAN DITENGAH PANDEMI COVID-19

SALAM KOSTRATANI

#pertaniantidakberhenti

Pekarangan adalah lahan yang ada disekitar rumah dengan batas pemilikan yang jelas (lahan boleh berpagar dan boleh tidak berpagar) serta menjadi tempat tumbuhnya berbagai jenis tanaman dan tempat memelihara berbagai jenis ternak dan ikan. Tanaman pekarangan adalah tanaman yang menghasilkan umbi, buah, sayuran, bahan obat nabati, termasuk didalamnya jamur, lumut, dan tanaman air yang berfungsi sebagai buah, sayuran, bahan obat nabati dan atau bahan estetika.

“Pangan tidak boleh bersoal itu artinya pertanian tidak boleh berhenti” kata Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, mari kita manfaatkan lahan yang kita miliki untuk kegiatan pertanian. Pekarangan dapat difungsikan untuk berbagai hal sesuai dengan kebutuhan masing- masing keluarga pada umumnya fungsi pekarangan adalah :

  • Fungsi sosial seperti tempat bermain, bercengkrama, bekomunikasi anggota keluarga,
  • Fungsi estetika. Memanjakan mata dengan berbagai tanaman hias yang indah
  • Fungsi produksi dapat juga ditanami dengan tanaman untuk menghasilkan umbi, buah, sayuran atau tanaman obat untuk kebutuhan keluarga.

Tujuan pemanfaatan pekarangan :

  • Meningkatkan partisipasi keluarga terutama ibu rumah tanggga dalam menyediakan sumber pangan dan gizi keluarga melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan sebagai penghasil sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral.
  • Sumber gizi keluarga. Dengan menanam berbagai jenis sayuran yang disukai keluarga, aneka ternak dan kolam untuk memelihara ikan, yang dapat dipanen atau dipetik setiap saat.
  • Keamanan pangan. Dengan mengusahakan/menanam sendiri kebutuhan sehari-hari di dapur terutama sayuran, kita dapat mengontrol penggunaan obat-obatan (insektisida, fungisida, herbisida dan lainnya).  Sehingga  sayuran yang kita makan dijamin  keamanannya atau bebas dari residu obat-obatan beracun.
  • Menambah penghasilan keluarga. Dengan mengusahakan tanaman sayuran di pekarangan dapat mengurangi pengeluaran. Bila produksi berlebihan dapat diberikan ketetangga atau dijual untuk menambah pendapatan keluarga.
  • Pengolahan sampah. Sampah keluarga ada dua jenis yaitu sampah organik dan sampah non-organik. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk dan sampah non-organik dapat dijadikan wadah untuk menanam tanaman.

Bagi keluarga yang memiliki pekarangan cukup luas tidak ada masalah untuk menanam berbagai jenis tanaman. Tetapi bagi keluarga dengan dengan halaman pekarangan yang terbatas dapat dengan menggunakan modivikasi tempat menanam seperti menggunakan polibag atau wadah lainnya dari bahan bekas. sehingga tanaman dapat ditempatkan diatur  seperti di atas tembok, digantung, ditempelkan dipagar atau ditanam secara vertikultur sehingga efisien delam penggunaan tempat dengan tampilan estetika yang menawan. Tanaman yang biasa di pekarangan adalah Cabai/Lombok, tomat, sawi, kangkung cabut, bayam cabut, terong, seledri dan lainnya sedangkan ternak yang cocok di pekarangan ayam, itik, kelinci atau merpati. Kegiatan pekarangan oleh KWT dilaksanakan di Desa Tani Harapan kecamatan Loa Janan di bawah binaan Penyuluh Pertanian Lapangan saudara Jasmingan, S.PKP.

Di beberapa kesempatan Ananias, S.Hut,MP, selaku Kepala Bidang Usaha dan Penyuluhan berpesan, jika sebagai persiapan menyambut IKN merupakan tantangan tersendiri untuk menyiapkan bahan pangan lokal sebagai kebutuhan dasar ledakan tambahan penduduk. Kita semua harus berbuat dan tidak jadi penonton.

Ditengah terus meningkatnya penyebaran pandemi Covid-19 yang salah satu upaya untuk memutus penyebarannya adalah dengan tidak keluar rumah. Dengan adanya kesibukan di rumah dan tersedianya kebutuhan rumah tangga terutama kebutuhan dapur di pekarangan maka ibu rumah tangga tidak akan kesulitan untuk mendapat bahan masakan. Hal ini sesuai dengan slogan yang sering diucapkan Menteri Pertanian “tanamlah apa yang engkau makan dan makanlah apa yang engkau tanam”

Kesimpulan

  • Pekarangan dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan gizi keluarga
  • Pendapatan keluarga
  • Menyediakan pangan yang aman dari berbagai jenis pestisida  tanaman  yang berbahaya bagi kesehatan

Penulis : Ir. Wayan Gede Sumehartha - Penyuluh Pertanian Madya Kabupaten Kutai Kartanegara