Last Updates : , by Erwin Surya Wirawan



Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara yang menaungi keberadaan Klinik Hewan milik pemerintah sepakat untuk melaksanakan inovasi SI MANIS PANGGILAN SAYANG, di mana Sistem Layanan Klinik Hewan dan Layanan Panggilan Medis Hewan Kesayangan ini terdiri atas Pelayanan Aktif dan Pelayanan Pasif, dengan kelompok sasaran para pemilik hewan/client yang datang ke Klinik Hewan untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan hewan kesayangannya serta pemilik hewan/client yang memerlukan layanan pemeriksaan umum dan klinis serta pengobatan/terapi di lokasi pemeliharaan hewannya atau ke rumah pemilik hewan. Inovasi SI MANIS PANGGILAN SAYANG merupakan salah satu jawaban dari adanya kekhawatiran terhadap masalah kesehatan hewan dan adanya laporan zoonosis yang dapat menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat pada umumnya dan pemelihara hewan kesayangan pada khususnya. Hewan kesayangan dapat menimbulkan penyakit yang dapat ditularkan kepada manusia (zoonosis) seperti toxoplasma, rabies, hepatitis, scabies, dan lain-lain. Selain itu beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus dapat menimbulkan kematian mendadak pada hewan kesayangan dan prevalensinya cukup tinggi dan sangat menular, sebagai contoh Distemper pada anjing dan Parvovirus pada kucing. Munculnya berbagai komunitas pencinta hewan juga menjadi salah satu pertimbangan pentingnya program ini untuk segera dilaksanakan agar dapat menekan bahkan mencegah laju penyebaran penyakit hewan. Inovasi ini diharapkan dapat memberi rasa aman dan nyaman terhadap pemilik hewan (client) dan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pemilik hewan. SI MANIS PANGGILAN SAYANG terdiri atas 3 metode yaitu : 1. Metode Pelayanan Aktif, pada metode ini pemilik hewan/client menghubungi Klinik Hewan (Dokter Hewan) untuk melakukan pelayanan, pemeriksaan umum dan klinis serta pengobatan dan terapi di rumah pemilik hewan atau lokasi hewan kesayangan; 2. Metode Pelayanan Pasif, pada metode ini pemilik hewan (client) yang memiliki hewan kesayangan datang ke Klinik Hewan untuk konsultasi atau pun memeriksakan kesehatan hewan kesayangannya, lalu dilakukan pemeriksaan umum dan pemeriksaan klinis, dilanjutkan terapi/rawat jalan (resep). 3. Pelayanan Mini Laboratorium, pada metode ini pemilik hewan klien datang ke klinik hewan dengan membawa hewan peliharaannya, dokter Hewan melakukan pemeriksaan umum, tim klinik hewan melakukan pengambilan sampel dari hewan berupa kotoran telinga/feses/kerokan kulit, dokter Hewan melakukan pemeriksaan dan peneguhan diagnosa dilanjutkan dengan pemberian terapi dan resep (jika ada). Pendekatan Strategis yang dilakukan oleh Klinik Hewan SI MANIS PANGGILAN SAYANG berupa : 1. Jaminan Kesehatan Hewan 2. Layanan Cepat Tanggap 3. Layanan Pengaduan Kasus 4. Sosialisasi yang Temporer 5. Lokasi Strategis Sebagai bentuk keberlanjutan dari adanya Klinik Hewan SI MANIS PANGGILAN SAYANG kedepannya diharapkan adanya peningkatan sosialisasi kepada masyarakat pemilik hewan kesayangan mengenai pentingnya kesehatan hewan kesayangan, Peningkatan jumlah masyarakat yang memelihara hewan kesayangan memerlukan dukungan tenaga yang profesional, obat-obatan dan kelengkapan peralatan medis sebagai standar pelayanan klinik hewan kesayangan, serta perlu adanya regulasi daerah pengelolaan klinik hewan kesayangan sebagai penunjang pendapatan asli daerah (PAD).