Last Updates : , by Erwin Surya Wirawan



Lahan persawahan seluas 50 hektare milik petani di Desa Bukit Raya, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar) terendam setelah tanggul air jebol pada Sabtu (9/11/2017) pagi. Akibatnya, petani mengalami kerugian hingga Rp 200 juta. Asumsinya 1 hektare Rp 5 Juta. Petani dipastikan gagal panen sebab sawah baru saja ditanami padi yang berumur 2 bulan. Kades Bukit Raya, Tutup Sunarto menjelaskan, banjir yang merendam lahan pertanian ini akibat jebolnya tanggul desa tersebut karena Sungai Bulu yang meluap. “Tanggul itu sudah dua kali jebol di 2017 ini. Pertama kejadiannya sekitar Mei dan terakhir ini. Titik jebolnya juga sama, yakni tanggul yang dibangun dengan tanah dan batu latrik,” katanya. Saat ini, ketinggian banjir masih bertahan dan cenderung meningkat karena intensitas hujan masih tinggi. “Kami meminta petani bersabar karena insiden ini disebabkan faktor alam,” ungkapnya. Kata Tutup, petani tetap mendapat bantuan terutama dari Pemkab Kukar. Untuk saat ini, Pemkab memberikan 200 dus mie instan kepada korban banjir yang diserahkan langsung oleh Sekkab Kukar, Marli, Senin (11/12). Untuk menanggulangi kejadian tanggul jebol terulang, pemerintah kecamatan akan mengumpulkan semua perusahaan, khususnya yang wilayah kerjanya meliputi Desa Bukit Raya untuk membantu membangun tanggul jebol tersebut. Hanya saja, belum diketahui kapan pemerintah Kecamatan Samboja akan mengumpulkan perusahaan seperti Vico Indonesia, PT AJP, PT Singlurus Pratama, PT MIL, PT PWI dan perusahaan lain. “Estimasi biaya membangun tanggul itu sekitar Rp 500 juta,” pungkasnya. korankaltim