• Visitors
  Last Updates : , by Erwin Surya Wirawan



Program Pemkab Kukar revolusi jagung yang dikawal Dewan Riset Daerah (DRD) mulai gerak. Beberapa daerah sudah mulai melakukan tanam massal jagung. DRD meyakini program revolusi jagung mampu mensejahterakan petani. “Beberapa daerah sudah mulai tanam, luasan lahannya bervariatif, yang paling besar ada di Muara Badak sebesar 100 hektare, dan nantinya akan menyusul lagi tanam 500 hektare juga,” kata Sekretaris DRD Kukar, Muhammad Fadli kepada Koran Kaltim, kemarin. Dekan Faperta Unikarta ini menambahkan, program revolusi jagung juga akan diintegrasikan dengan bidang perkebunan, dengan menggandeng perusahaan perkebunan sebagai mitra kerja Pemkab Kukar. Sudah ada beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit yang menawarkan siap bermitra dengan pemerintah. “Jarak tanam antara pohon kelapa sawit bisa mencapai lima sampai tujuh meter, di selanya situ akan ditanam jagung, tentunya bagi pohon sawit yang masih muda, jika sudah terlalu tua akan rindang, dan tidak bisa dintegrasikan,” katanya. Menurut Fadli, artinya revolusi adalah percepatan namun tertata dengan baik secara sistematis. Harus diperhatikan dari revolusi jagung ada tiga aspek, produksi, distribusi dan pendanaan, agar program revolusi jagung berhasil sesuai yang diharapkan. Aspek produksi yang harus disiapkan seperti kepastian lahan, kondisi lahan, dan siapa yang akan menggarapnya. Aspek distribusi menyangkut siapa yang akan menampung hasil produksi jagung petani Kukar. “Aspek pendanaan, siapa nantinya yang akan memenuhi kebutuhan petani sebelum panen, sarana dan prasarana pendukungnya juga dipikirkan,” ujarnya. Sebelumnya, Plt Bupati Kukar Edi Damansyah sangat optimis, program revolusi jagung bakal sukses di Kukar, karena telah menggandeng Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI) yang telah sukses membina daerah lain. “Kecamatan yang akan kita kembangkan program revolusi jagung yaitu Muara Badak, Marangkayu, Sebulu, Samboja, Loa Kulu, Muara Kaman, dan Tenggarong,” ujar Edi. korankaltim